Entah mengapa selama ini perpisahan selalu berlindung di balik kata-kata "demi kebaikan," padahal tidak ada seorangpun yang baik-baik saja melaluinya. Apakah manusia cukup egois ketika ia meminta kebahagiaan yang kekal? Atau, sejatinya memang tak ada yang lebih abadi dari perubahan itu sendiri. Mungkin, kali ini bukan tentang merayakan suka cita penuh riuh, tetapi tentang mempelajari kehidupan…