Alangkah indah hidup yang berselimut kezuhudan, kesederhanaan, dan kekayaan hati. Dengan ketiganya, tak ada rasa wa-was yang disebabkan harta atau kesenangan dunia melekat di diri kita.
Kemuliaan hidup akan teraih manakala kesabaran dan ketabahan menopang setiap aktivitas kita. Kesabaran merupakan kemampuan diri menerima segala ketetapan Allah, baik berupa kesenangan ataupun kesedihan.
Hakikat cinta adalah anugerah terindah bagi manusia. Dengan cinta, lahir satu ikatan suci yang kelak menitiskan generasi penerus.
Kecerdasan dan ketajaman akal pikiran adalah modal utama meraih ilmu pengetahuan, memahami segala fenomena kehidupan, dan meyakini kebesaran Allah SWT. Bila kecerdasan terkait dengan anugerah, ketajaman akal merupakan hasil dari pelatihan dan pengembangan diri. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan dan ketajaman akal adalah dengan tafakur.
Kisah-kisah dalamm buku ini mengajarkan kita tentang pentingnya bangkit dari kegagalan demi memenangkan pertarungan hidup.
Tanpa disadari, kedermawanan, kemurahan hati, dan keikhlasan meupakan satu mata rantai yang akan menyuburkan kasih sayang Allah.
Tanpa pandang bulu, sekalipun seseorang telah berlumur dosa, maghfirah akan menghampiri. Tentu saja jika bertaubat, memohon ampun dengan sepenuh jiwa raga dan memperbaiki diri setelah berikrar taubat.
Dengan keadilan dan kebijaksanaan, nikmat kehidupan semakin terasa. Berkahpun kian melimpah. Keteraturan dan kesinambungan menciptakan atmosfer sarat kebijakan.
Buku ini memberikan informasi aktual mengenai perjalanan kehidupan manusia, mulai dari mencari pasangan hidup yang ideal agar tercipta kehidupan yang di penuhi kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga.
Konon ada yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya adalah hewan. Hanya saja, hewan yang berakal. dengan akal, manusia sanggup mengatur segala hal yang terbaik dilakukan untuk dirinya . Dengan akal pula, manusia mampu mengukuhkan perabadan yang berbudaya. jika akal hilang, maka manusia tak ada bedanya dengan hewan.