Berisi delapan cerita pendek. setiap cerita memiliki suasana dan tema tersendiri. secara keseluruhan buku ini menampilkan anaeka ragam dan jiwa tokoh-tokoh yang menggambarkan berbagai anggota masyarakat kita. ada yang lucu, yang bodoh dan yang pintar, yang sombong dang angkuh dan ada pula tokoh yang lmah tetapi memiliki jiwa besar dan tahu membalas budi kepada orang tua.
Tokoh detektif membuat hal-hal yang sepele menjadi sangat penting dalam usahanya membukarahasia kejahatan. suasana tegang dihadirkan secara tiba-tiba dan diluar dugaan, melalui bukit-bukit yang kadang-kadang terasa tidak masuk akal. namun dengan cara demikianlah kita diajak turut serta menyingkap kejahatan-kejahatan yang rumit permasalahannya.
Bunga masih berada dijalan ini, pada jam makan malam. tiba-tiba hujan memercik rambut, mata, dan tubuhnya. bunga berteduh di bawah pohon, lantas sebuah bayangan muncul. pada jam ini semua keluarga berkumpul di ruang makan, untuk acara makan malam bersama. acara ini memakan waktu lama, sebab sambil ngomong-ngmong, kadang-kadang denga antusias sekali.
Buku ini merupakan sketsa peristiwa yang terjadi pada masa perjuangan fisik bangsa indonesia dalam mencapai kemerdekaannya.
Predikat juara yang dicapai oleh seorang pelajar sudah tentu menimbulkan rasa bangga pada orang tuanya maupun pada pelajar itu sendiri. lebih-lebih bila predikat juara itu merupakan hasil semangat juang yang tinggi dalam menghadapi persaingan yang seimbang pula. untuk mengatasi kemungkinan sesuatu kekecewaan ataupun untuk menghindarkan sifar keangkuhan.
Pak janggut adalah tokoh kocak dan tampak bodoh sehingga ulahnya membuat orang sekampung menjadi geger. seperti contoh hanya gara-gara gulai petai yang dimasak istrinya cerita menjadi panjang sehingga kepala negeri pun harus turun tangan. beduk-beduk dipukul di seluruh penjuru dan penduduk menjadi kalang kabut. Diantara mereka ada yang ketakutan, ada yang bingung, dan banyak yang tak dapat berb…
Dua ekor kuda menarik gerobak dengan sekuat-kuat tulangnya, tergelincir kukunya dalam lumpur yang licin di pekarangan sebuah rumah besar, lalu tersungkur lutut kakinya yang sebelah di muka ke tanah, kedua binatang itu pun tersimpuh, sedang tulang gerobak itu menunduk menumpu bom dan berseru dengan suara lengking.
Sajak-sajaknya ialah ironi-ironinya, suatu tanda bahwa ia benar-benar mewakili semangat perpuisian moderen. sebagai penyair wanita apa yang ditampilkan tidak jah dari pengalaman irinya, terutama mengenai dunia wanita.
Buku inimmenceritakan tentang kehidupan seorang anak yatim piyatu. berbagai cobaan hidup dihadapinya dengan tabah dan sabar. beragam watak manusia yang baik maupun yang buruk, menyadarkannya bahwa hidup ini tak selalu hitam-putih.
Abdul Hadi adalah penyair yang senantiasa berkembang Dari buku sajaknya yang satu ke yang lain berikutnya nampak dia mengembangkan bakat dengan baik Selain itu dia dikenal sebagai penyair yang prolifik dan sajak sajaknya beraneka ragam Dia menulis nina bobo suasana alam sajak mistis dan suns sajak cinta sajak mbeling sajak proles sosial