Yasser Al Banjary hanya hidup bersama ibu dan adiknya. Sepeninggal ayahnya, Yasser menjadi mandiri, kemandiriannya membawa ia memenangkan lomba baca Al-Qur’an Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). Suatu saat ibunda Yasser sakit dan membutuhkan biaya untuk operasi, pada saat itu Yasser hanya memiliki uang sebesar 2 juta rupiah. Sedangkan biaya yang dibutuhkan sebesar 60 juta.
Arahkanlah pandanganmu kepada Tuhan
Sebuah novel geopolitik,novel Deschooling Society dengan segala achievementnya. Dokter puskesmas yang cantik, sarjana hukum yang terpaksa menjadi pesuruh kantor pos membiayai hidupnya sebagai transmigran, seorang pematung dan pramugari, semuanya belajar dari petani dan sebaliknya petani belajar dari sarjana dan seniman dalam menghadapi banjir di sebuah Negeri Lintasan Petir.