Si cemerlang yang hari-harinya adalah belajar tumbuh dan bertahan. Di langkahnya ada doa-doa, di punggungnya ada belati. Tapi ia berjalan walau mengeluh sesekali. Tapi ia berjalan, walau berkali-kali terjebak pikirannya sendiri dan hampir mati. Di punggungnya ada belati, diajaknya berkawan. Sebab jika ada yang mencabutnya, ia akan lebih kesepian lagi.
Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapnya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap makna dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P—anak lelaki yang pandai sekali bermain gitar. Perjumpaan Ava dengan P, dan petuala…
“Kalian harus segera pergi dari taman ini. Ada hantu penculik!” Daeng Tinggi yang berpakaian hitam-hitam memberi peringatan. Si kembar, Laras dan Sekar, berpandangan. Hantu penculik? Hwaaaaaa! Lengkap sudah kengerian liburan mereka di Taman Kupu-kupu Bantimurung, Sulawesi. Pertama, Laras terpaksa duduk di samping Amel, anak baru yang segala ucapannya bisa jadi kenyataan! Kedua, mereka ditem…
Kek Pardi sangat misterius! Kek Pardi adalah kakek jauh Adon yang tak pernah ditemuinya. Mendadak, Kek Pardi tinggal bersama keluarganya. Mendadak juga Kek Pardi membuat Ayah mengganti rencana liburan keluarga dari ke Yogyakarta menjadi ke Pangandaran. Sampai di Pangandaran, Kek Pardi bersikeras pergi ke Gua Jepang. Malamnya Adon memergoki Kek Pardi diam-diam mengadakan pertemuan tengah malam m…
Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Saya pernah ada d…
"Ada benda yang kucari. Barang berharga. Sebuah pusaka. Sangat penting, tapi belum ketemu sampai sekarang. Aku ingin kalian bantu aku menemukannya," ungkap Arka, si pemilik kosan. Di dunia yang memaksa semua orang untuk serupa, yang Kali, Badran, dan Ilyas inginkan hanya bebas. Menggagas. Mengganas. Kemudian, lepas. Namun, permintaan Arka untuk mencari pusaka di dalam rumah indekosnya membuat m…
Mengapa Edinburgh dapat melahirkan sekumpulan genius kreatif, Florence melahirkan Leonardo da Vinci, dan Silicon Valley melahirkan Steve Jobs? Apakah karena iklimnya, toleransi masyarakatnya, sumber daya melimpah, atau hanya keberuntungan belaka? Lalu, apakah formula genius juga berlaku di tempat lain? Para genius tidak lahir di sembarang waktu dan tempat. Leonardo da Vinci tak akan melahirkan …
“Memang kau benar. Itu tidak adil. Tetapi itulah kekuasaan. Tidak menimbang mana adil dan tidak adil. Kekuasaan seperti angin topan saja. Menghancurkan apa saja yang menghadang di jalan....” “Kalau begitu, perkenankanlah hambamu Duku untuk sementara minta diri dan bersembunyi di tempat yang cukup jauh saja. Sebab hambamu Duku khawatir, bila beliau datang lagi dan minta hal-hal yang bukanb…
“Beristirahatlah sejenak sambil mencium aroma buku baru.” Setelah menjual perusahaan startup-nya, Yu-jin memilih melakukan sesuatu yang tidak termasuk dalam rencana hidupnya. Ia membeli tanah di Soyang-ri dan membuka “Soyang-ri Book’s Kitchen”, book café sekaligus penginapan. Tempat yang dikelilingi pegunungan yang damai dan danau yang indah, tempat seseorang bisa membaca buku dan me…
Badai mematikan telah merusak tanah kelahiran Mina selama beberapa generasi. Banjir menyapu seluruh desa, sementara perang berdarah dikobarkan untuk memperebutkan sumber daya yang tersisa. Masyarakat di desa Mina memercayai bahwa Dewa Laut mengutuk mereka dengan kematian dan keputusasaan. Dalam upaya untuk menenangkan Dewa Laut, setiap tahun seorang gadis cantik dibuang ke laut untuk menjadi pe…