Text
Desau angin maastricht
Inilah dunia Arin sekarang; mengenali teman-teman kuliah dari berbagai bangsa, berkeliling kota dengan sepeda, menjadi jurnalis untuk majalah kampus, dan menonton Vasteloavend alias karnaval paling semarak di kota itu. Arin sedang memancangkan tekad di hati, untuk kembali bangkit dan tersenyum. Siapa sangka, ia, seorang gadis dari keluarga miskin, bisa menjejakkan kaki di negeri kincir angin. Beasiswa dari Universiteit Maastricht telah memberi jalan baru bagi hidupnya. Meski ia harus berpisah dengan orang tua, sahabat.
Tidak tersedia versi lain