Sunan Gunung Jati bernama asli Raden Syarif Hidayatullah. Ia lahir pada tahun 1448 M. Ayahnya bernama Syekh Syarif Abdullah. Ibunya bernama Nyai Rara Santang. Sunan Gunung Djati merupakan salah satu anggota Wali Songo. Ia ditugaskan untuk berdakwah di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pada tahun 1482, Sunan Gunung Jati diangkat menjadi Sultan Cirebon. Pada masa pemerintahannya, Sunan Gunung Jati b…
Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Ratu ing Banten, yang bergelar Abu al-Fath ‘Abdul Fattah dilahirkan pada tahun 1637 M. Nama kecilnya adalah Pangeran Surya. Nama tersebut diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘Matahari Terbit’. Ia berwajah tampan, berotak encer sejak kecil, supel dalam pergaulan, dan berakhlak luhur. Kesultanan Banten mengalami kemajuan pesat dalam bidang pemeri…
Buku ini memaparkan pemikiran-pemikiran fisafat Islam yang dipelopori oleh tokoh-tokoh besar pada saat itu.
Pada masa awal dakwah Islam, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mendapat tentangan dari kaum musyrikin. Sering kali penentangan kaum musyrikit terhadap dakwah Nabi berakhir di medan perang.
Pada masa awal dakwah Islam, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mendapat tentangan dari kaum musyrikin. Sering kali penentangan kaum musyrikit terhadap dakwah Nabi berakhir di medan perang.
Pada masa awal dakwah Islam, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mendapat tentangan dari kaum musyrikin. Sering kali penentangan kaum musyrikit terhadap dakwah Nabi berakhir di medan perang.
Pada masa awal dakwah Islam, tantangan yang dihadapi kaum muslimin begitu hebat. Kekuatan-kekuatan dari luar Jazirah Arab menganggap kaum muslimin sebagai ancaman.
Pada masa awal dakwah Islam, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mendapat tentangan dari kaum musyrikin. Sering kali penentangan kaum musyrikit terhadap dakwah Nabi berakhir di medan perang.
Pada masa awal dakwah Islam, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mendapat tentangan dari kaum musyrikin. Sering kali penentangan kaum musyrikit terhadap dakwah Nabi berakhir di medan perang.
Pada masa awal dakwah Islam, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mendapat tentangan dari kaum musyrikin. Sering kali penentangan kaum musyrikit terhadap dakwah Nabi berakhir di medan perang.