api adalah lambang kehidupan itu sebabnya ia tak bisa menjadi fosil api adalah lambang kehidupan itu sebabnya kita luluh-lantak dalam kobarannya
Ada Nama yang Abadi di Hati tapi Tak Bisa Dinikahi, buku yang satu ini bisa menjadi sahabat baru untuk menghangatkan hatimu. Berisi kumpulan puisi, kutipan, dan tulisan-tulisan pendek tentang cinta, buku ini bisa menghadirkan sejumlah sudut pandang baru tentang perkara hati dan perasaan. Semua yang kita rasakan terkait cinta memang tak selalu indah, tapi bukan berarti kita terpuruk begitu saja …
Ini tentang ketakutan. Takut kehilangan. Takut mencintai. Takut tinggal. Terkadang, kita hidup dengan ketakutan kita, dan kita termakan olehnya. Tapi kita selalu lupa bahwa satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu sendiri. Buku ini menggambarkan banyak emosi: ketakutan akan cinta, kehidupan, bahkan ketakutan akan kematian dan kehidupan setelah kematian. Dengan ilustrasi sur…
This is not poetry. Just a reminder to myself that I am human, I am worthy, and I am happy. Kumpulan kata-kata inspiratif yang mengajak pembaca untuk lebih mencintai diri sendiri, menerima bahwa setiap diri kita adalah berharga, dan mensyukuri kehidupan dengan menjalani hidup lebih bermakna.
Siapa bilang jomblo nggak pernah jatuh cinta? Heiii, cinta itu PEDIH, Jenderal! Naik sampan sampai ke bulan, mendayung-dayung pakai perasaan, kemudian ditampar kenyataan. Terkadang yang dipengenin, cuma anggap kita orang lain. Mblo dan Mblu hadir kembali dalam Buku Minta Disayang, dengan harapan bisa memeluk dan menghibur kalian yang pengin membanting juga buku ini karena butuh kasih sayang.
Apa yang terjadi ketika manusia menjadi seperti tumbuhan—menyebar pengaruh yang tak kasatmata, kadang menumbuhkan, kadang mematikan? Alelopati, menawarkanmu narasi warisan luka. Ia yang tak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sejatinya, apakah kita tengah bertumbuh bersama atau diam-diam saling meracuni?
Si cemerlang yang hari-harinya adalah belajar tumbuh dan bertahan. Di langkahnya ada doa-doa, di punggungnya ada belati. Tapi ia berjalan walau mengeluh sesekali. Tapi ia berjalan, walau berkali-kali terjebak pikirannya sendiri dan hampir mati. Di punggungnya ada belati, diajaknya berkawan. Sebab jika ada yang mencabutnya, ia akan lebih kesepian lagi.
Sesuatu yang sehat, tumbuh. Sesuatu yang tumbuh, berubah. Sesuatu yang berubah, meninggalkan. Sesuatu yang tinggal, kembali; bertumbuh di tempat yang lain.
Sangkakala: Kumpulan Puisi adalah buku kumpulan puisi karya penyair Rita Oetoro, yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1993, dan memiliki pengantar (kata pengantar) dari sastrawan terkenal, Prof. Dr. Umar Kayam. Buku ini merupakan karya kedua Rita Oetoro, dan menjadi salah satu bacaan penting dalam literatur puisi Indonesia, sebagaimana sering terdaftar di berbagai perpustakaan nasional.