di belakang rumahku, ada sebuah sumur kesedihan. jika waktu kosong tiba, aku kerap menimba air mata & iba yang terus keluar dari tanah. jika kau bertanya dari mana datangnya bandang, mungkin dari aku. mungkin pula dari sumur kesedihan di belakang rumahku.
Zahra tidak tahu mengapa ia terbangun di pemakaman; berulang kali. Yang ia tahu, ada seorang anak yang menangisi nisan tanpa nama; lagi dan lagi. Zahra tidak tahun kapan ia akan bertemu dengan kekasih hati. Yang ia tahu, ada laki-laki tampan yang menyelan antreannya siang tadi. Zahra tidak tahu apa yang semesta siapkan untuknya di penghujung hari. Yang ia tahu, setiap potong adegan dalam hidup …